| Senin, 29 Juni 2009 |
| Tour De'Palace |

TOUR de PALACE KAPPIJA-21 DPD DKI JAKARTA
PO.Maisika
”Tak kenal maka tak sayang”
Pagi baru saja menggeliat di Jakarta, tapi matahari sudah mulai tunjukkan kegarangannya pagi itu. Jarak istana terasa sangat akrab akan tetapi menjadi begitu jauh ketika memasuki antrian untuk mendapatkan giliran rombongan memasuki ”dunia lain” dari Istana Merdeka Jakarta. Diawali dengan mendaftar ulang temen-temen Kappija-21 yang sudah hadir di Lobby Sayap Barat Komplek Sekretariat Negara RI, antusiasme dan semangat yang tinggi (karena penasaran sebenarnya) sangat kental pagi ini, dilanjut dengan mengumpulkan semua KTP peserta dewasa. Dengan dukungan penuh Sahabat Kappija-21 DKI Jakarta Dwi Mardiyanto yang juga staff KTLN Sekretariat Negara, Rombongan Kappija-21 DKI Jakarta pun mendapat urutan teratas rombongan yang memasuki Istana Negara. Proses administrasi ditutup dengan penitipan semua bawaan peserta di locker penitipan yang tersedia. Prosesi Tour de Palace pun mulai dengan security check yang termasuk di dalamnya attire check. Dan benar adanya.. jangan pernah coba-coba mengenakan jeans, t-shirt apalagi sandal di acara ini. Pasti ditolak untuk masuk. Setelah menunggu kursi di dalam Aula Sayap Barat penuh, akhirnya film dokumenter yang menjelaskan sejarah dan semua bagian dari bangunan istana pun di putar sebagai pembuka rangkaian Tour de Palace Pagi ini. Ternyata, tidak semua Presiden negeri ini tinggal di istana ini lho... dan ternyata dulunya bangunan ”keramat” itu hanyalah bangunan biasa rumah Residen Belanda Jakarta. Film dokumenter yang disuguhkan sangat padat informasi dan benar-benar menjadikan setiap yang menyaksikannya merasa semakin dekat dengan rumah rakyat ini. Akan tetapi sayang beribu sayang, cara penyajian film ini sangat sederhana, hanya menggunakan layar presentasi dan in-focus biasa, sehingga kesan yang muncul sangat seadanya. Indonesia banget deh !!! Setelah melewati jalanan beraspal di sebelah masjid ”Baiturrakhman” Istana Merdeka kami pun sampai di bagian depan Istana Merdeka, disambut oleh petugas pengambilan foto rombongan di tangga depan Istana Merdeka. Matahari pagi semakin menyengat kulit kepala. Begitu selesai dengan tangga depan yang berjumlah 17 rombongan memasuki lobby utama gedung yang biasanya digunakan sebagai ruang penerimaan tamu-tamu negara. Sejurus mata memandang kesan yang muncul adalah kemegahan bangunan peninggalan Belanda yang terawat dengan sangat baik. Masih di bagian gedung yang sama, di bagian kanan bangunan terdapat ruangan dengan sofa cantik berwarna gading yang merupakan ruang tamu bagi tamu-tamu ibu negara sedangkan di seberangnya adalah ruangan yang penuh dengan ukiran Jepara sehingga lebih dikenal sebagai Ruang Jepara (seluruh ruangan dihiasi dengan ukiran jati khas Jepara yang sangat indah) yang diperuntukkan bagi tamu-tamu negara. Melewati pintu ke dua kami memasuki ruang tengah yang sangat megah di hiasi oleh dua buah lampu kristal seberat 500kg. Ruangan ini menjadi ruangan yang sangat istimewa, karena di ruangan inilah banyak peristiwa penting kenegaraan terjadi. Dari mulai kegiatan rutin tahunan berupa pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka), pelantikan para menteri di negeri ini hingga peristiwa momental sepanjang sejarah bangsa yaitu penyerahan kekuasaan oleh Presiden Soeharto dan sumpah Presiden Habibie pada tahun 1998. Ruangan utama ini menjadi saksi bisu sejarah keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesaat kita bisa menikmati indahnya ruangan utama Istana Merdeka yang penuh dengan lukisan-lukisan dan ukiran maestro Indonesia serta guci-guci yang bernilai sejarah tinggi. Tidak hanya ruang utama yang terdapat di bagian belakang bangunan Istana Merdeka ini, ada beberapa ruangan juga terdapat di bagian ini. Di sayap kanan ruangan tengah ini nampak berjajar 3 buah ruangan yang merupakan ruangan tidur utama Presiden Soekarno dan ruangan tidur putra-putri presiden. Sedangkan di bagian kirinya berjajar juga 3 buah ruangan yang saat ini digunakan berturut-turut sebagai ruangan kerja Presiden SBY, ruangan keluarga presiden dan pantry istana. Bangunan utama ini diakhiri dengan patung akar kayu jati yang sangat mempesona karya pematung terkenal Pulau Dewata di ujung atas tangga belakang. Dan sebelum meninggalkan ruangan bersejarah ini di ujung pintu keluar terpajang lukisan besar mahakarya pelukis Abdullah yang menggambarkan dua orang dewi dari khayangan mengucapkan selamat tinggal kepada siapa saja yang melewatinya. Selepas dari bangunan utama istana, rombongan memasuki halaman dalam istana dimana ditengah-tengah taman berdiri gazebo anggun yang pada zamannya diperuntukkan bagi grup musik yang bermain di acara-acara pesta cocktail istana. Hal menarik dari bangunan mungil ini adalah adanya patung kayu Pendekar China yang telah berusia 300th. Di bagian belakang istana ini juga terdapat 1 bangunan tambahan di sayap kanan taman yang pada zaman Presiden Soeharto diperuntukkan sebagai ruang lukisan dan patung koleksi Presiden. Dan sekarang dialihfungsikan sebagai kantor sekretariat kepresidenan. Di mana di dalamnya terdapat confrence press room dan confrence room. Beralih di bagian ujung halaman dalam istana adalah bangunan penting kedua dari bagian istana yang merupakan tempat tinggal keluarga presiden atau lebih dikenal sebagai Istana Negara. Di sinilah kehidupan pribadi Presiden Republik Indonesia berjalan dengan apa adanya. Akan tetapi kami tidak bisa memasuki bangunan ini karena memang ini adalah wilayah private keluarga istana. Bangunan utama Istana Merdeka dihubungkan oleh selasar yang sangat panjang membentang sepanjang taman di bagian kiri bangunan yang penuh dengan foto-foto yang menggambarkan aktifitas pembangunan bangsa dan sejumlah peristiwa penting kenegaraan dengan Istana Negara di bagian belakangnya. Selain selasar panjang, di sayap kiri taman istana ini juga terdapat bangunan yang tidak kalah artistik dan megah yang lebih dikenal sebagai Bina Graha. Di mana pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto bangunan ini merupakan pusat pemerintahan, karena roda pemerintahan dikendalikan dari balik dinding bangunan ini. Dan saat ini gedung ini pun menjadi pusat pemerintahan. Dari bangunan inilah segala aktifitas kenegaraan diawali dan nasib rakyat ditentukan. Perjalanan rombongan di akhiri dengan menaiki bis istana yang cukup sejuk mengantar rombongan kembali ke tempat awal di bagian pendaftaran. Setelah mengabil kembali KTP, barang-barang yang dititipkan dan hasil foto bersama di tangga depan istana perjalanan Tour de Palace pun usai sudah. Satu hal yang tidak pernah kami bayangkan adalah bahwa rombongan mendapatkan souvenir dari Istana. Dan peserta pun tak mau kalah juga bertandang ke toko souvenir dan memborong souvenir istana yang limited edition dan cukup murah harganya. Akhirnya perjalanan 60 menit Tour de Palace Istana Merdeka pun berakhir dengan kesan yang sangat mendalam dan kepuasan yang tak bisa dibayangkan dnegan kata-kata. Kesan yang mendalam dan kekaguman akan bangunan ”keramat” bangsa ini akan terus terpatri di benak setiap orang. Akan tetapi kesan yang lebih mendalam dan bernilai di atas segalanya adalah suasana kekeluargaan dan makna persahabatan yang dibawa oleh setiap orang menjadi oleh-oleh terindah sepanjang masa. Sampai jumpa di Tour de Palace session 2. |
posted by Unknown @ 16.16  |
|
|
|
|
| |
| About Me |
|
![]()
Name: Unknown
Home:
About Me:
See my complete profile
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
| Shoutbox |
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. |
| Sponsor |
|
Ads here
|
| Links |
- link 1
- link 2
- link 3
- link 4
|
| Powered by |
 |
|
Posting Komentar